News Update :

Senin, 11 Oktober 2010

Warga Protes Penataan Parkir Stasiun Kediri

Fiant-News, Kediri  - Masyarakat Kelurahan Balowerti, Kota Kediri melakukan protes terhadap portal alias pembatas area parkir Stasiun Kereta Api Kediri. Pasalnya, keberadaannya dianggap mengganggu seputar jalan.

Protes penolakan portal itu dilakukan oleh para tokoh masyarakat dan seluruh ketua RT setempat. Mereka meminta pihak stasiun KA segera melakukan evaluasi dan menuruti keinginan warga.


Sutarto, salah satu tokoh masyarakat diseputar akses jalan Stasiun Kediri mengungkapkan, sebelumnya beberapa warga dan pihak kelurahan, Ketua RT  melakukan pembicaraan dengan mengundang Kepala Stasiun Bayu Gunawan.


Pada pertemuan yang diwakili oleh Wakilnya Eko Bekti itu warga sudah menuntut agar pihak stasiun segera melakukan evaluasi terhadap pemasangan portal (pembatas) area parkir berupa pemasangan pot bunga serta alat pembatas maupun pemasangan lokasi tiket parkir yang dijaga dua petugas.


Selain itu warga berharap pihak stasiun kediri segera memberikan penerangan yang layak diareal depan ruko yang baru dibangun dengan pertimbangan sering dipakai areal mangkal pemuda untuk minum-minuman keras.


"Kami juga berharap perhatian stasiun kereta api untuk merekrut tenaga keamanan dari warga sekitar dan meminta untuk memikirkan nasib salah satu petugas parkir yang sudah puluhan tahun mengelolanya yang sebelumnya diputus sepiha," ungkap Sutarto, Senin (11/10/2010).


Masih kata, Sutarto, warga tidak menginginkan meramaikan persoalan tersebut, namun lebih menginginkan bersama-sama duduk untuk memusyawarahkan permasalahan itu. Tetapi kenyataanya belum ada respon dari pihak stasiun.


Kepala Stasiun Kediri, Bayu gunawan saat dimintai keterangan mengatakan,pengelolaan parkir itu diserahkan pusat atau PT. Kereta Api Indonesia (KAI) sebab daerah hanya tinggal menerapkannya.


"Kami belum dapat berbuat banyak. Sebab, kewenangan pusat dan pengelolaan parkir sepenuhnya diserahkan oleh PT.KAI keanak perusahaannya PT. REKSA," ungkap Bayu Gunawan.


Ditambahkan Bayu, penataan parkir sejauh ini sudah diterapkan oleh Stasiun Tulungagung, dan nantinya akan diterapkan diseluruh stasiun seperti Jombang, Mojokerto dan Madiun.


Sesuai pantauan dilokasi Stasiun terlihat portal (pembatas) area parkir yang berada diselatan depan Stasiun terlihat menjorok ke Barat sehingga banyak kendaraan besar seperti bis yang mau memutar arah untuk berziarah ke makam Setono Gedong mengalami kesulitan, ditambah lagi areal parkir becak yang semrawut berada disisi utara areal parkir. [Naia]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Jalur Berita : Kabar Berita Terbaru dan Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.