skip to main |
skip to sidebar
Efisiensi, Alasan TLKM Revisi Capex 2010 Jadi USD1,5 M

Fiant-News, JAKARTA - Revisi belanja modal (capital expenditure/capex) PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) pada 2010 ini menjadi USD1,5 miliar dari sebelumnya direncanakan USD2 miliar ini disebutkan karena adanya efisiensi dalam operasional perseroan.
Menurut Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno, kelebihan USD5 miliar yang ditargetkan semula itu tidak dialokasikan ke mana-mana, karena itu hanya berupa rencana.
"Revisi capex 2010 menjadi USD1,5 miliar dari USD2 miliar itu karena ada efisiensi dan dalam perjalanan, kami menilai ada yang dipandang tidak perlu dilakukan. Uangnya juga tidak ke mana-mana, karena itu kan masih rencana," tutur Sudiro saat konferensi pers pada Investor Summit 2010, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (10/11/2010).
Selain itu, lanjutnya, semakin murahnya harga infrastruktur, terutama teknologi asal China, disebutkan sebagai salah satu penyebab menurunnya target capex perseroan tahun ini. "Sekarang Flexi juga kami rem atau turunkan sedikit capex-nya karena kami pandang kini semakin ketat persaingannya," ujarnya.
Menurutnya, revisi belanja modal perseroan itu hanya revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) biasa. Begitu pun dengan revisi pertumbuhan pendapatan menjadi lima persen dari sebelumnya sembilan persen.
Hal ini tak lain karena pendapatan Telkomsel selaku penyumbang pendapatan terbesar Telkom tidak setinggi yang diharapkan sebelumnya, yakni sebesar 9-11 persen.
"Dulu saat kompetitor melakukan gerakan SMS, kami telat merespons. Kami kehilangan waktu dua sampai tiga bulan, tapi kami sudah win back. Dengan demikian, revenue kami ada miss (penurunan). Jadi, secara grup pertumbuhan pendapatan kami masih di mid single digit, sekira empat sampai enam persen," bebernya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar