Fiant-News, Ponorogo – Setelah sekitar lima jam dirawat di rumah sakit swasta, yakni RSU Aisiyah, jalan Diponegoro akhirnya Sunarsih, warga desa Lembah, kecamatan Babadan Ponorogo menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit, Rabu malam (24/11/2010).
Sunarsih sebelum dirawat di rumah sakit terkena musibah terserempet petir di pematang sawah, usai mengirim makanan untuk para petani yang sedang memanen tanaman padi. Saat pulang mengirim makanan, petir tiba-tiba menyambar pohon yang memang jaraknya tak jauh dari dia berjalan.
Usai terserempet petir, dia jatuh tak berdaya di tempat kejadian. Hingga akhirnya dia langsung dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka yang cukup parah pada bagian dada, tangan kanan serta telinga kirinya yang mengeluarkan darah.
‘’Tadi Sunarsih mengirim makan ke sawah yang jaraknya memang tak jauh dari rumah. Saat itu memang turun hujan disertai gemuruh petir. Tak disangka tiba-tiba petir menyambar pohon yang berada di dekatnya,’’ jelas Suprayitno, saudara sekaligus saksi mata.
Namun sayang, meski sudah mendapatkan perawatan intensif selama hampir lima jam, ibu tiga anak itu tak bisa tertolong. Bahkan ketiga anaknya yang menunggu itu langsung menitikan air mata karena tak percaya ibunya kini sudah tiada.
‘’Selama di rumah sakit Sunarsih memang tak sadarkan diri, hingga akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhir. Rencananya akan kami semayamkan di rumah duka sambil menunggu kerabat,’’ imbuhnya. [Fiant]
Sunarsih sebelum dirawat di rumah sakit terkena musibah terserempet petir di pematang sawah, usai mengirim makanan untuk para petani yang sedang memanen tanaman padi. Saat pulang mengirim makanan, petir tiba-tiba menyambar pohon yang memang jaraknya tak jauh dari dia berjalan.
Usai terserempet petir, dia jatuh tak berdaya di tempat kejadian. Hingga akhirnya dia langsung dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka yang cukup parah pada bagian dada, tangan kanan serta telinga kirinya yang mengeluarkan darah.
‘’Tadi Sunarsih mengirim makan ke sawah yang jaraknya memang tak jauh dari rumah. Saat itu memang turun hujan disertai gemuruh petir. Tak disangka tiba-tiba petir menyambar pohon yang berada di dekatnya,’’ jelas Suprayitno, saudara sekaligus saksi mata.
Namun sayang, meski sudah mendapatkan perawatan intensif selama hampir lima jam, ibu tiga anak itu tak bisa tertolong. Bahkan ketiga anaknya yang menunggu itu langsung menitikan air mata karena tak percaya ibunya kini sudah tiada.
‘’Selama di rumah sakit Sunarsih memang tak sadarkan diri, hingga akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhir. Rencananya akan kami semayamkan di rumah duka sambil menunggu kerabat,’’ imbuhnya. [Fiant]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar