skip to main |
skip to sidebar
Ekonomi Singapura Tumbuh 14,7%

Fiant-news, SINGAPURA - Perekonomian Singapura pada kuartal IV-2010 naik 12,5 persen.Angka tersebut merupakan rekor tertinggi mengukuhkan posisinya sebagai negara dengan ekonomi terkuat di Asia.
Secara keseluruhan, sepanjang tahun lalu pertumbuhan ekonomi Singapura mencapai 14,7 persen, didorong industri sektor biomedikal yang sempat terkontraksi pada 2009. Sedangkan secara tahunan, ekonomi Singapura naik 6,9 persen.
“Dengan kenaikan 14,7 persen, Singapura menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat Asia sepanjang 2010,” kata ekonom Standard Chartered Bank Alvin Liew di Singapura seperti dikutip dari AFP.
Secara global, hanya Qatar yang diperkirakan tumbuh lebih cepat dibanding negara lain di kawasan Teluk yang kaya akan energi.Menurut ramalan Dana Moneter Internasional (International Monetary Found/IMF) perekonomian Qatar diproyeksikan tumbuh 16 persen di 2010.
Sedangkan raksasa Asia lainnya, China, diperkirakan hanya akan tumbuh 10 persen. Pertumbuhan ekonomi Negeri Merlion tahun lalu merupakan kinerja terbaik yang pernah terjadi sejak tahun 1970 yang mencapai 13,8 persen. Pertumbuhan tahunan itu masih sejalan dengan proyeksi pemerintah sebelumnya yaitu 13-15 persen.
“Pertumbuhan kuartal Oktober-Desember sebagian besar didukung oleh sektor manufaktur yang berhasil melakukan ekspansi 28,2 persen,” kata Departemen Perdagangan dan Industri Singapura dalam sebuah pernyataannya.
Namun,sektor manufaktur yang menyumbang seperempat produk domestik bruto (PDB) ternyata tidak diikuti sektor konstruksi yang justru melemah 1,2 persen. “Pertumbuhan manufaktur dipimpin kelompok manufaktur biomedikal, di mana output farmasi memperlihatkan rebound yang kuat,”kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.
Lee yang mengumumkan pertumbuhan penuh dalam pidato Tahun Barunya Jumat pekan lalu menyerukan agar pelaku ekonomi lebih berhati-hati setelah melewati tahun 2010 yang dinilainya sebagai tahun luar biasa.
“Prospek ekonomi dunia masih campur aduk. Kita harus bersuka cita dalam kinerja yang luar biasa, tapi tolong diingat bahwa ini adalah hasil dari keadaan yang spesial dan tidak mungkin terulang dengan waktu cepat.”kata Lee dalam pesannya.
Dia menambahkan,ada kekhawatiran yang signifikan dari dunia internasional. Salah satunya karena perekonomian Amerika Serikat (AS) yang masih lemah.
Begitu juga di Eropa yang sedang menghadapi krisis utang serius di Yunani,Irlandia, dan beberapa negara lainnya. Lee mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada 2011 kemungkinan akan moderat dengan kisaran di angka 4-6 persen.
Sekadar diketahui, PDB Singapura yang pada 2009 lalu mencapai sebesar 247,33 miliar dolar Singapura (USD191 miliar) lalu sangat bergantung pada perdagangan luar negeri.Sehingga,setiap masalah apa pun dalam ekonomi global diperkirakan bisa memengaruhi perekonomian negara kota itu.
Hal ini terjadi pada 2009 lalu di mana PDB Singapura terkontraksi 1,3 persen karena imbas krisis global. Saat itu permintaan dari AS dan negara maju lainnya jatuh akibat merosotnya daya beli. Di sektor jasa yang menyumbang 65 persen dari PDB Singapura, ouput Singapura meningkat 8,8 persen pada kuartal IV-2010.
Analis melihat tingginya pertumbuhan sepanjang 2010 diharapkan bisa memicu tren perbaikan di tahun ini dengan rata-rata ekspansi tujuh persen “Sektor jasa menjadi pendorong utama pertumbuhan serta penciptaan lapangan pekerjaan,” kata analis Bank DBS Singapura.
Analis lainnya, dari HSBC Leif Eskesen mengatakan, Singapura telah berhasil merasakan pemulihan ekonomi yang luar biasa pascakrisis keuangan global dengan meraih rekor angka pertumbuhan. Kendati demikian, dia memperkirakan tahun ini Singapura akan memasuki masa-masa yang lebih “normal”, dengan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini di kisaran 5,2 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar