Fiant-News, London – Seorang model eksotis, Tasha de Vasconcelos, dalam biografinya menyatakan Pangeran Charles ingin dirinya melakukan ‘peragaan busana’ pribadi. Bahkan, di hadapan istrinya sendiri.
Dalam buku tersebut, model kelahiran Mozambik ini menyatakan Charles (62) melakukan tindakan itu dalam sebuah pesta eksklusif. Pewaris tahta kerajaan Inggris itu menggodanya di hadapan sang istri, Camilla Parker Bowles.
Menurut Tasha dalam buku bertajuk Beauty As A Weapon, mereka mengawalinya dengan perbincangan biasa-biasa dan senyuman menggoda, pada 1999. Namun, hubungan itu kemudian berlanjut saat Charles mendekatinya di Syon House, kediaman Duke of Northumberland.
“Sepanjang malam, saya melihat matanya kerap tertuju pada kalung saya dan ini menyenangkan. Ia mungkin tertarik pada lengkungan di balik gaun Versace saya,” ujarnya. Sang pangeran, lanjutnya, kemudian memuji dirinya.
“Anda luar biasa. Maukah mempertimbangkan untuk mengadakan pertunjukan catwalk pribadi. Hanya untuk saya,” kata Charles, sebagaimana dikutip Tasha. Ia harus menolak tawaran itu karena tak enak dengan perempuan lain yang berada di pesat tersebut. Tasha juga menyadari, Charles sudah memiliki cinta dalam hidupnya, Camilla.
Saat bertemu lagi dalam sebuah jamuan makan, kali ini bersama Camilla, Charles memuji gaun yang dikenakan Tasha. Kebetulan, gaun itu hasil karya perancang favorit mendiang mantan istrinya, Lady Diana Spencer. “Saya jadi teringat, bahwa ia masih merasa tertarik dengan saya. Malam itu, Camilla tak mengajak saya berbicara.”
Sejak Tasha pindah ke London, keduanya jadi sering bertemu dalam event-event kelas atas. Ia menyukai cara ayah Pangeran William dan Harry ini menyapa dirinya setiap bertemu. “Ia selalu diam-diam berbincang dengan saya. Sungguh mempesona. Harus saya sampaikan, ia tipe pria idaman saya," kata Tasha.
Dalam buku tersebut, model kelahiran Mozambik ini menyatakan Charles (62) melakukan tindakan itu dalam sebuah pesta eksklusif. Pewaris tahta kerajaan Inggris itu menggodanya di hadapan sang istri, Camilla Parker Bowles.
Menurut Tasha dalam buku bertajuk Beauty As A Weapon, mereka mengawalinya dengan perbincangan biasa-biasa dan senyuman menggoda, pada 1999. Namun, hubungan itu kemudian berlanjut saat Charles mendekatinya di Syon House, kediaman Duke of Northumberland.
“Sepanjang malam, saya melihat matanya kerap tertuju pada kalung saya dan ini menyenangkan. Ia mungkin tertarik pada lengkungan di balik gaun Versace saya,” ujarnya. Sang pangeran, lanjutnya, kemudian memuji dirinya.
“Anda luar biasa. Maukah mempertimbangkan untuk mengadakan pertunjukan catwalk pribadi. Hanya untuk saya,” kata Charles, sebagaimana dikutip Tasha. Ia harus menolak tawaran itu karena tak enak dengan perempuan lain yang berada di pesat tersebut. Tasha juga menyadari, Charles sudah memiliki cinta dalam hidupnya, Camilla.
Saat bertemu lagi dalam sebuah jamuan makan, kali ini bersama Camilla, Charles memuji gaun yang dikenakan Tasha. Kebetulan, gaun itu hasil karya perancang favorit mendiang mantan istrinya, Lady Diana Spencer. “Saya jadi teringat, bahwa ia masih merasa tertarik dengan saya. Malam itu, Camilla tak mengajak saya berbicara.”
Sejak Tasha pindah ke London, keduanya jadi sering bertemu dalam event-event kelas atas. Ia menyukai cara ayah Pangeran William dan Harry ini menyapa dirinya setiap bertemu. “Ia selalu diam-diam berbincang dengan saya. Sungguh mempesona. Harus saya sampaikan, ia tipe pria idaman saya," kata Tasha.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar