Fiant-News, Ngawi - Harga telur ayam ras di pasar besar Ngawi terus mengalami kenaikan, jika seminggu yang lalu harga satu kilogram telur hanya Rp 12.000,00 kini sudah meningkat sampai Rp 14.000,00 per kilogramnya.
Menurut salah satu pedagang telur di pasar besar Ngawi, Winarti, kenaikan harga telur ini sudah terjadi sejak satu minggu terakhir. Namun kenaikan tersebut terjadi secara bertahap, bahkan sebelumnya harga telur sempat menyentuh Rp 16.000,00 perkilogramnya.
"Sudah sejak satu mingguan ini harga telur naik. Bahkan dua tiga hari yang lalu harganya sudah Rp 16.000,00 per kilo tapi sekarang sudah turun lagi.
Naiknya harga telur ini sudah dari tingkat peternak, saya juga tidak mengambil untung banyak-banyak," ujarnya, Senin (21/3/2011).
Selain itu, lanjut Winarti, meningkatnya harga telur juga diduga akibat tingginya permintaan, menyusul banyaknya hajatan yang digelar. Sehingga konsumsi dan kebutuhan telur menjadi meningkat."Banyak hajatan jadi banyak yang memborong telur," lanjutnya.
Sementara itu harga sejumlah keutuhan pokok juga masih cenderung stabil. Untuk harga beras kualitas standar, IR 64, turun menjadi Rp5.900,00 per kilogram dari sebelumnya yang mencapai Rp6.200,00 per kilogram. Harga gula pasir stabil pada Rp9.700,00 per kilogram, dan minyak goreng curah Rp10.500,00 per kilogram.
Hal serupa juga terjadi pada kelompok sayuran. Kubis stabil pada harga Rp 2.700,00 per kilogram, cabai rawit Rp 80.000 per kilogram, cabai keriting dan merah besar Rp 40.000,00 per kilogram.
Wortel saja yang menunjukkan peningkatan harga, yakni dari Rp 4.200,00 menjadi Rp4.800,00 per kilogram.
Sedangkan untuk harga bawang putih sejak satu minggu ini naik turun pada kisaran antara Rp20.000,00 hingga Rp 22.000,00 per kilogram. Hal serupa juga terjadi pada bawang merah yang harganya berada pada kisaran Rp 18.000,00 hingga Rp 20.000,00 per kilogram
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar