Fiant-News, YANGON - Gempa kuat yang mengguncang Myanmar Kamis malam lalu telah menewaskan lebih dari 40 orang. Dikhawatirkan jumlah korban akan terus bertambah hari ini setelah kondisi di daerah terpencil sudah diketahui.
Sebuah stasiun radio pemerintah di Myanmar menyiarkan, 41 orang dinyatakan tewas dan 48 orang mengalami luka-luka. Dikatakan, 244 rumah, 14 biara Budha, dan sembilan gedung pemerintahan rusak.
Seorang petugas dari Program Pangan Dunia PBB mengatakan terdapat banyak korban jiwa dan kerusakan serius di desa Mong Lin, 8 kilometer dari Tachileik. Stasiun radio pemerintah mengatakan ada 29 korban tewas di desa tersebut dan 16 orang lainnya mengalami luka-luka.
Koran pemerintah New Light of Myanmar melaporkan 15 rumah ambruk di desa Tarlay, sementara stasiun radio pemerintah mengatakan 11 orang tewas dan 29 orang luka-luka. Petugas PBB lainnya mengatakan sebuah rumah sakit di Tarlay sebagian hancur, begitu juga dengan jembatan. Hal ini semakin mempersulit akses ke desa tersebut.
Koran pemerintah itu juga melaporkan dua orang tewas di Tachileik, termasuk seorang anak berusia 4 tahun. Dikatakan, enam orang terluka di kota yang terletak di seberang perbatasan Mae Sai di Provinsi Chiang Rai, Thailand.
Petugas PBB mengatakan obat-obatan akan segera dikirim ke wilayah yang terkena gempa bersamaan dengan tim penilai yang akan bekerjasama dengan Palang Merah Myanmar.
Petugas PBB memberikan keterangan tanpa mencantumkan nama karena Pemerintah Myanmar tidak menyukai memberikan informasi yang belum disahkan kepada media.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar