News Update :

Kamis, 16 Juni 2011

Kemendag Awasi Merembesnya Gula Rafinasi

JalurBerita - JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Pengawasan Barang Beredar akan melakukan pengawasan terkait merembesnya gula rafinansi ke kalangan non industri.

"Kami juga akan melakukan pembinaan di bawah dinas dan pemerintah kota (pemkot) untuk mengawasi peredaran gula rafinansi ini," ungkap Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (16/06/2011).

Ia juga mengakui bahwa di tingkat retail, harga gula sempat menurun meski dalam beberapa hari ini kembali stabil. Pihaknya justru menghawatirkan harga gula di tingkat pelelangan di tingkat produsen. "Kemarin harga lelang melorot ke Rp7.300 per kilogram, padahal HPP gula Rp7 ribu per kilonya," lanjutnya lagi.

Karena alasan ini, pihaknya menyarankan kepada petani untuk memberi dana talangannya kepada distributor. Jika ini terjadi, maka akan terbentuk kontrak-kontrak baru antara distributor dan petani yang akan mencegah kenaikan harga gula.

"Namun jangan sampai ketinggian juga harga kontraknya karena nanti bisa berakibat seperti tahun-tahun lalu. Tahun lalu harga lelangnya mencapai Rp9.300 per kilogram, otomatis harga di tingkat ritel juga naik. Banyak orang yang menyimpan stok barang," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kemendag mengakui adanya kebocoran gula rafinansi ke kalangan non industri di beberapa daerah di Sulawesi. Harga gula rafinansi yang di bawah harga pasar dikhawatirkan akan dapat merusak harga gula petani lokal.

Kemendag sendiri menyatakan akan mengambil langkah tegas kepada produsen yang nyata-nyata memasukkan gula rafinansi ini ke pasar. Mengurangi jatah kuota bahan baku impor gula mentah adalah ancamannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Jalur Berita : Kabar Berita Terbaru dan Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.