Fiant-News, Surabaya – Kegaduhan melanda warga Perumahan Dosen Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya, Jumat (8/10/2010) malam. Ini setelah sesosok mayat laki-laki ditemukan di depan rumah Blok A/7. Selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Sukolilo.
Mayat bayi ini pertama kali ditemukan oleh Lucky, mahasiswa Untag yang ngontrak di rumah Blok A/7. Waktu itu Lucky sedang cangkruk bersama 5 temannya di depan rumah yang juga dijadikan bengkel motor ini.
“Waktu sedang cangkruk, saya dan teman-teman mendengar ada suara benda jatuh. Saat saya lihat benda itu seperti bantal. Karena itu ya saya biarkan,” kata Lucky.
Namun lama-kelamaan Lucky merasa curiga dengan bantal tersebut. Pasalnya dari bantal tersebut tercium bau tak sedap. Karena curiga itulah, Lucky lalu memindah bantal tersebut ke pos satpam.
Saat di pos satpam, Lucky dan teman-temannya lalu membuka bungkusan bantal tersebut. Saat itulah betapa terkejutnya Lucky ketika tahu isi bantal tersebut adalah mayat bayi laki-laki. Saat ditemukan, kondisi tubuh bayi sudah membiru.
Melihat kondisinya, diduga bayi ini baru saja tewas. Belum diketahui apakah bayi ini dibunuh orangtuanya atau tewas ketika baru dilahirkan. Tapi diduga kuat bayi ini dibunuh orangtuanya.
Dalam sekejap kabar ada penemuan mayat bayi ini terdengar ke seluruh penghuni Perumahan Dosen Untag. Mereka lalu berbondong-bondong mendatangi pos satpam tempat mayat bayi tersebut digeletakkan.
Tak lama, petugas reskrim Polsek Sukolilo datang ke TKP. Selanjutnya petugas membawa mayat bayi ini ke kamar jenazah RSU Dr Soetomo untuk diotopsi. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan.
“Kita akan selidiki siapa orangtua dari bayi ini yang tega membuang anaknya. Penyelidikan kita arahkan ke kos-kosan yang terletak di belakang rumah ini. Disitu banyak rumah kos,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Iptu Sunadji.(Fiant)
Mayat bayi ini pertama kali ditemukan oleh Lucky, mahasiswa Untag yang ngontrak di rumah Blok A/7. Waktu itu Lucky sedang cangkruk bersama 5 temannya di depan rumah yang juga dijadikan bengkel motor ini.
“Waktu sedang cangkruk, saya dan teman-teman mendengar ada suara benda jatuh. Saat saya lihat benda itu seperti bantal. Karena itu ya saya biarkan,” kata Lucky.
Namun lama-kelamaan Lucky merasa curiga dengan bantal tersebut. Pasalnya dari bantal tersebut tercium bau tak sedap. Karena curiga itulah, Lucky lalu memindah bantal tersebut ke pos satpam.
Saat di pos satpam, Lucky dan teman-temannya lalu membuka bungkusan bantal tersebut. Saat itulah betapa terkejutnya Lucky ketika tahu isi bantal tersebut adalah mayat bayi laki-laki. Saat ditemukan, kondisi tubuh bayi sudah membiru.
Melihat kondisinya, diduga bayi ini baru saja tewas. Belum diketahui apakah bayi ini dibunuh orangtuanya atau tewas ketika baru dilahirkan. Tapi diduga kuat bayi ini dibunuh orangtuanya.
Dalam sekejap kabar ada penemuan mayat bayi ini terdengar ke seluruh penghuni Perumahan Dosen Untag. Mereka lalu berbondong-bondong mendatangi pos satpam tempat mayat bayi tersebut digeletakkan.
Tak lama, petugas reskrim Polsek Sukolilo datang ke TKP. Selanjutnya petugas membawa mayat bayi ini ke kamar jenazah RSU Dr Soetomo untuk diotopsi. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan.
“Kita akan selidiki siapa orangtua dari bayi ini yang tega membuang anaknya. Penyelidikan kita arahkan ke kos-kosan yang terletak di belakang rumah ini. Disitu banyak rumah kos,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Iptu Sunadji.(Fiant)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar