Fiant-News,Pacitan -- Gara-gara sering ditolak saat memalak, tiga orang siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur nekat mencoba meracuni temannya dengan cairan insektisida (hama tanaman). Cairan beracun itu dicampur oleh para pelaku dalam botol minuman suplemen milik calon korbannya. Aksi itu berhasil digagalkan oleh teman lainnya.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Pacitan Ajun Komisaris Polisi Sukimin mengatakan, peristiwa itu terjadi Selasa (12/4) dan hingga saat ini masih diselidiki. Tersangkanya tiga orang. “Berdasarkan keterangan para saksi dan pelaku, benar ketiga pelaku berusaha meracuni calon korban dengan cairan insektisida,” katanya, kemarin.
Ketiga pelaku dan calon korban adalah teman sekelas di Kelas 5 sebuah SD di Kecamatan Ngadirojo. Mereka adalah siswa laki-laki berinisial TG, TM, dan DM yang usianya antara 11-12 tahun. Sedangkan calon korbannya adalah siswa perempuan berinisial ER dan saksi yang mengetahui aksi pelaku adalah siswa perempuan sekelas berinisial S.
Pemberian minuman yang sudah dicampur cairan insektisida dilakukan pada jam istirahat. Namun Ketika akan diminum, oleh ER, saksi S, teman korban mengiangkan bahwa minuman itu sudah dicampuri racun serangga. “karena itu, minuman itu ditumpahkan dan tak jadi diminum,” kata Sukimin.
Pihak sekolah dan orang tua calon korban belum melaporkan kejadian ini. “Namun polisi mendengar informasi ini dan melakukan penyelidikan,” ujar Sukimin. Hingga saat ini, polisi sudah memintai keterangan dua saksi dan satu calon korban. Dua saksi adalah teman sekelas yang mengetahui para pelaku saat mencampurkan racun dan saksi lainnya adalah pemilik toko di kecamatan setempat yang menjual insektisida itu.
Ketiga pelaku selama ini dikenal nakal dan sering memalak teman-teman di sekolah. Mereka meminta uang sebesar Rp500-Rp1.000. Terkait aksi terakhir pelaku, mereka bisa mengumpulkan uang sampai Rp15 ribu. “Dari hasil memalak Rp15 ribu itu dibelikan racun serangga seharga Rp13 ribu untuk meracuni calon korban (ER),” ungkap Sukimin.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar