News Update :

Selasa, 05 April 2011

Libya Siap Negosiasikan Reformasi

Fiant-News, TRIPOLI - Libya dikabarkan siap untuk melakukan negosiasi mengenai reformasi. Ini termasuk melakukan pemilihan umum atau referendum.

Namun menurut juru bicara pemerintah, hanya rakyat Libya yang dapat menentukan perubahan. Tetapi Pemimpin Libya Moammar Khadafi tetap diinginkan sebagai kepala negara.

"Kami bisa memiliki bentuk sistem politik lain, ataupun perubahan seperti konstitusi, pemilihan umum atau apapun. Tetapi pemimpin kami tetap harus Moammar Khadafi, ini sudah menjadi kepercayaan kami," ungkap Menteri Informasi Libya Musa Ibrahim seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (5/4/2011).

Lebih lanjut Ibrahim menegaskan, tidak ada kekuatan asing yang dapat merubah kondisi di Libya, meskipun pemerintah siap untuk melakukan pembicaraan usulan yang ditujukan untuk membawa demokrasi, tranparansi, kebebesan pers masuk ke negeri konflik tersebut.

"Jangan putuskan masa depan kami dari luar. Berikan kami usulan untuk melakukan perubahan dari dalam," ucap Ibrahim.

Tidak lupa Ibrahim memberikan pujian bagi Khadafi. Menurutnya presiden yang sudah berkuasa 41 tahun tersebut adalah jaminan keamanan bagai persatuan di Libya. 
"Kami kira dia (Khadafi) adalah sosok yang penting untuk memimpin perubahan menuju demokrasi dan pemerintahan yang transparan," tutur Ibrahim.

"Khadafi tidak memiliki alasan untuk mundur. Dirinya adalah simbol penting bagi rakyat Libya. Bagaimana Libya dipimpin itu masalah lain," tegas Ibrahim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright Jalur Berita : Kabar Berita Terbaru dan Terkini 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.